Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala turut ambil bagian dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui program Kemendiktisaintek “Mahasiswa Berdampak” yang dilaksanakan sejak 1 hingga 20 Februari 2026 di Gampong Manyang Cut. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat terdampak bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada Desember 2025 lalu.
Sebanyak kurang lebih 50 mahasiswa diterjunkan langsung ke lokasi untuk membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas pemulihan lingkungan dan fasilitas umum. Selama program berlangsung, para mahasiswa bekerja bersama warga membersihkan saluran air, drainase, lingkungan permukiman, serta sumur warga yang sebelumnya dipenuhi lumpur dan material sisa banjir. Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong guna mempercepat proses pemulihan kondisi lingkungan agar kembali bersih, sehat, dan aman digunakan masyarakat.
Tidak hanya melakukan kerja bakti, mahasiswa juga aktif berinteraksi dengan warga dan memberikan bantuan tenaga dalam berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat pascabencana. Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh masyarakat karena dinilai mampu memberikan semangat baru dan meringankan beban warga yang selama beberapa bulan menghadapi dampak banjir. Program ini juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung kondisi masyarakat serta pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lingkungan sekitar.
Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa program “Mahasiswa Berdampak” tidak hanya berfokus pada kegiatan pengabdian semata, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial kepada mahasiswa. Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Masyarakat Gampong Manyang Cut mengapresiasi kontribusi para mahasiswa Teknik Mesin USK yang telah membantu proses pemulihan lingkungan pascabanjir. Kehadiran mereka dinilai benar-benar nyata dan berdampak, terutama dalam membantu membersihkan fasilitas umum dan lingkungan rumah warga yang sebelumnya sulit ditangani secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Mesin USK menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya berada di ruang kuliah dan laboratorium, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Semangat gotong royong dan solidaritas yang ditunjukkan selama program berlangsung menjadi cerminan komitmen generasi muda dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana di Aceh.
